"Bangkitnya Rusia"
Mungkin banyak dari kita yang tidak tahu perkembangan rusia saat ini, khususnya masa pasca runtuhnya era perang dingin dengan ditandainya pecahnya uni soviet sebagai adidaya blok timur. Rusia merupakan motor penggerak uni soviet pada masa itu dengan pusatnya di Kremlin. Pasca perang dingin berakhir tahun 1990-an, Rusia semakin lama semakin mundur ke belakang dan jauh terlupakan oleh dunia.
Ketika rusia jatuh, ekonomi rusia sangat carut marut , dimana inflasi sangat tinggi, devisa minus, banyaknya pengangguran, kemiskinan meningkat pesat, dan bahkan pemerintah tidak mampu membayar pegawai maupun aparat pemerintahannya. Dengan arah reformasi yang dibawa oleh Michael Gorbachev, rusia berusaha mereformasi diri di berbagai bidang. Salah satu yang terpenting adalah reformasi ekonomi yakni ditandai dengan membuka rusia untuk pasar bebas. Pada waktu itu, Barat yang dikomandoi AS ikut serta dalam upaya reformasi ekonomi di rusia dengan menyiapkan IMF membantu menggelontorkan dana-dana utang. Dengan utangnya, secara tidak langsung IMF ikut campur tangan dalam pengelolaan ekonomi di Rusia. Privatisasi juga gencar dilakukan pada masa presiden Yeltsin setelah masa Gorbachev. Melalui privatisasi dan gelontoran dana utang IMF, rusia bukannya semakin beranjak dari kondisi kelamnya malah kondisi ekonomi rusia semakin parah dan menuju kearah collapse. Utang-utang IMF disalahgunakan oleh para oligarki dan privatisasi pun berhasil membuat para oligarki di rusia dan perusahaan-perusahaan multinasional menguasai asset-aset penting Negara seperti minyak dan gas. Padahal minyak dan gas merupakan tumpuan utama ekonomi rusia pada masa itu. Para analisis ekonomi banyak memperkirakan kalau rusia terus-terusan seperti itu, maka tidak lama lagi rusia akan bangkrut.
Baru setelah Yeltsin turun dan digantikan oleh Putin pada tahun 1998, Rusia mulai kembali menggeliat dan bangkit. Hal pertama yang dilakukan adalah menebas seluruh oligarki-oligarki nakal yang hanya mengeruk kekayaan untuk kepentingan pribadi. Akhirnya dengan bantuan eks KGB sebagai salah satu pendukungnya di pemerintahan, Putin mampu membersihkan rusia dari oligarki nakal dan mengembalikan asset-aset vital pemerintah yang telah diprivatisasi. Dengan segera cadangan devisa rusia pun terus melejit, hal ini dibarengi dengan upaya putin melunasi utang-utang IMF dan upaya tersebut akhirnya berhasil. Rusia yakin mampu bangkit dengan upaya sendiri tanpa campur tangan Negara lain. Cadangan devisa yang semakin tinggi juga digunakan oleh Negara untuk mengentaskan penduduk rusia dari kemiskinan, pengangguran, pembukaan lapangan , masalah sosial, pendidikan,dan sebagainya. Semakin lama rusia semakin bangkit dan terus menuju visi putin atas rusia yakni “The Great Russian”. Walaupun banyak pihak yang mengkritik dibawah putin rusia kurang demokratis, namun rakyat tidak terlalu memperdulikan hal tersebut. Rakyat Rusia tidak membutuhkan demokrasi kalau mereka saja tidak bisa makan, apa yang mereka butuhkan adalah kemakmuran dan kesejahteraan. Kepercayaan rakyat rusia terhadap Putin dan KGB pun terus meningkat seiring meingkatnya membaiknya kondisi rusia.
Tidak hanya di kebangkitan di dalam bidang ekonomi , bidang militer rusia pun semakin berbenah diri. Dahulu ketika rusia jatuh, militer rusia semakin terkucilkan oleh dunia. Namun apa yang bisa kita lihat sekarang. Rusia semakin meningkatkan anggaran untuk militernya, dan rusia saat ini merupakan salah satu Negara pengekspor senjata dan peralatan militer dengan presentasi 30% untuk seluruh pasar dunia. Dengan menguatnya ekonomi dan militer rusia, rusia akhirnya mulai aktif kembali ke panggung internasional demi mengimbangi kekuataan unipolar AS yang sangat menghegemoni. Rusia dengan suara lantangnya berupaya mengajak Negara-negara lain untuk melakukan upaya perbaikan pada kondisi politik dunia, salah satunya di PBB. Rusia semakin gencar menjalin hubungan dengan Negara-negara lain, dengan Barat misalnya Rusia menjalin hubungan kedekatan dengan Inggris dan Perancis. Sementara di Asia, Rusia menggandeng raksasa-raksasa ekonomi seperti China, Jepang, dan India dan dengan dunia islam Rusia menggandeng iran, Indonesia, dan selalu lantang atas invasi atau intervensi militer AS ke Timur Tengah. Semua itu menunjukkan bahwa Rusia besar akan tampil dengan baju yang berbeda , yakni dengan misi perdamaian dengan seluruh Negara-negara di dunia. Dengan hanya kurun waktu 8 tahun (1999-2008), Rusia benar-benar mampu bangkit dengan sangat cepat dan bagi siapa saja yang mengetahuinya akan membuat kita terperangah. Ada learning poin yang bisa kita ketik disini untuk Indonesia bahwa jika ingin indonesi maju maka kita harus berdaulat dan berupaya memaksimalkan potensi kita sendiri tanpa campur tangan asing. Kondisi kita tidak jauh beda dengan rusia pada masa 1998 ketika kedua-duanya sama-sama jatuh. Baik Indonesia maupun Rusia pun memiliki kekayaan alam yang potensial yakni minyak dan gas. Demokrasi merupakan tool untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, tapi apa yang kita rasakan sampai sekarang adalah bahwa demokrasi yang kita rasakan hanya semu. Pemerintah masih saja terus-terusan sibuk mengurusi masalah politik, terkesan sekali bahwa masalah politik dan bagi-bagi kue kekuasaan lebih penting daripada menyelesaikan problema masyarakat. Rusia bangkit karena Putin berperan sebagai pemimpin yang visioner, dibantu dengan KGB yang memiliki kecintaan besar pada negaranya. Nah, disinilah titik poin masalah di negeri ini, pemimpin dan kelompok nasionalis. Siapa dan Kapan mereka akan muncul ke permukaan dan membawa perubahan Indonesia dari segala keterpurukan ini ?? lets see and wish for the best. We love you Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar